Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Echinodermata ( Hewan berkulit duri )

Echinodermata (Hewan berkulit duri) memiliki ukuran tubuh dan bentuk tubuh terdiri dari bagian ORAL (yang memiliki mulut) dan ABORAL (tidak memiliki mulut). Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Permukaan tubuhnya berduri panjang. Pergerakkan oleh duri dan kaki ambulakralnya. Cara hidup hewan berkulit duri atau Echinodermata. Hewan berkulit duri atau Echinodermata sumber makannya bergantung pada jenisnya. Jenis makanannya misalnya kerang, plankton dan organisme yang mati atau membusuk. Alat pencernaannya “tembolok” kompleks yang disebut LENTERA ARISTOTELES, berfungsi menggiling makanannya yang berupa ganggang. Habita Echinodermata berada bebas di dasar laut, dari daerah pantai sampai laut dalam KLASIFIKASI: Ophiuroidea berbentuk bintang seperti Asteroidea, namun lengannya lebih langsung dan fleksibel Lengan-lengannya panjang dan langsing, berfungsi untuk pergerakan. Holothuroidea (timun laut atau tripang) tidak berlengan. Tubuhnya memanjang dan tid

ARTHROPODA ( hewan kaki berbuku-buku )

ARTHROPODA ( hewan kaki berbuku-buku ) Klasifikasi Arthropoda 1. Crustacea (golongan udang dan kepiting) 2. Arachnida (golongan laba-laba) 3. Myriapoda (golongan lipan) 4. Insecta (serangga) 1. Crustacea Umumnya hidup di air, bernafas dengan insang (atau difusi melalui seluruh prmukaan  tubuh), dan termasuk omnivora (pemakan segala). Kulit merupakan rangka luar (eksokeleton). Kepala: sepasang mata faset bertangkai, 2 pasang antena, 3 pasang rahang  Dada: sepasang kaki pertama besar seperti catut, 4 pasang kaki untuk berjalan. Perut: beberapa pasang kaki untuk berenang, pada ekor terdapat uropod atau telsom  untuk alat kemudi saat berenang. Peranan Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting. Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda. Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain: Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopo

Mollusca (Hewan Lunak)

Mollusca merupakan kelompok hewan yang memiliki tubuh lunak. Ada beberapa golongan didalam kelompok mollusca ini seperti: 1 . Pelecypoda 2. Chepalopoda  3. Gastropoda  Berikut ini uraian dari masing masing jenis: Hewan Mollusca Pelecypoda: - Mempunyai insang berlapis-lapis (Lamellibranchiata) dan bercangkok sepasang (bivalvia) - Tubuhnya simetris bilateral - Pencernaan:esofagus, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan - Peredaran darah merupakan peredaran darah terbuka - Cangkok terdiri dari : periostrakum (terluar), prismatik (tengah), nakreas (dalam - Sistem saraf terdiri dari 3 ganglion : celebral/anterior, pedal, posterior Contoh: Asaphis detlorata (remis), Meleagrina marganitivera ( kerang mutiara) Hewan Mollusca Chepalopoda  - Kaki terdapat dikepala, tidak bercangkok (kecuali nautilus) - Bergerak lambat dengan tentakel, sirip, dan cepat dengan cara menyemprotkan air - Warna kulit berubah sesuail lingkungan (karena zat kromator pada k

Annelida (Cacing gelang)

Annelida (Cacing gelang) Klasifikasi Annelida: 1. Polichaeta (Cacing berambut banyak) Cacing palolo (Eunice sp) dan cacing wawo (Lysidice oele) 2. Oligochaeta (Cacing berambut sedikit) Cacing tanah (Lumbriscus terestris) 3. Hirudinea (Cacing tidak berambut) Lintah (Hirudo medicinalis) More: Nemathelminthes (Cacing gilig)  Platyhelminthes (Cacing pipih)  Annelida (Cacing gelang)  Posting terkait lainnya :     - Porifera   (Hewan berpori)     - Coelenterata (Hewan berongga)     - Platyhelminthes  (Cacing pipih)     - Nemathelminthes  (Cacing gilig)     - Annelida  ( Cacing gelang )     - Mollusca  ( Hewan lunak )     - Arthropoda  ( Hewan kaki berbuku-buku )     - Echinodermata  ( Hewan berkulit duri ) Info:

Nemathelminthes (Cacing gilig)

Nemathelminthes (Cacing gilig) Contoh Nemathelminthes - Ascaris lumbricroides, cacing perut pada manusia - Ascaris megalocephala , cacing perut pada kuda - Ascaris suilae, cacing perut pada babi - Ancylostoma duodenale , cacing tambang - Necator americanus , cacing tambang di Amerika tropis - Oxyuris/Enterobius vermicularis , cacing kremi - Trichinella spirallis, cacing otot pada manusia - Trichuris, cacing cambuk - Wuchereria/Filaria bancrofti , penyebab kaki gajah - Strongyloides sp , infeksi melalui luka - Loa sp, cacing mata - Onchocerca sp , cacing pembuta - Heterodera radicicota , cacing akar.  Posting terkait lainnya :     - Porifera   (Hewan berpori)     - Coelenterata (Hewan berongga)     - Platyhelminthes  (Cacing pipih)     - Nemathelminthes  (Cacing gilig)     - Annelida  ( Cacing gelang )     - Mollusca  ( Hewan lunak )     - Arthropoda  ( Hewan kaki berbuku-buku )     - Echinodermata  ( Hewan berkulit duri ) More: Nemathelminthes (Cacing gilig)  Platyhelminthes

Platyhelminthes (Cacing pipih)

Platyhelminthes (Cacing pipih) Kelas Platyhelminthes: 1. Tubellaria (Cacing Bulu Getar) 2. Trematoda (Cacing Hisap) 3. Cestoda (Cacing Pita) Tubellaria (Cacing Bulu Getar) Contohnya adalah Planaria, dimana: Ciri : 1 - 60 cm, hidup di air tawar jernih, mempunyai faring yang dapat dijulurkan untuk menangkap makanan. Sistem saraf: sistem tangga tali Sistem ekskresi : flame cell (sel api) Sistem reproduksi : aseksual dengan cara fragmentasi. Bila terpotong, setiap potongan tubuh menjadi planaria baru. seksual, yaitu pembuahan silang. Sistem gerak: dengan silia, atau otot di bawah epidermis. Trematoda (Cacing Hisap) Merupakan parasit. Memiliki penghisap (sucker). Contoh speciesnya: dalam darah: Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. dalam hati: Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia) dalam usus: Fasciola buski dalam paru-paru: Paragonimus westermani Cestoda (Cacing Pita) Sebagai parasit pada verteb

Coelenterata (Hewan Berongga)

Coelenterata (Hewan Berongga) Klasifikasi Coelenterata: A. Hydrozoa (hewan air) bentuk tubuh selalu polip Terdiri dari Hydra (hidup di air tawar, hermafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) dan Obelia geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni). B. Scyphozoa (hewan mangkuk) bentuk tubuh selalu medusa beralat kelamin terpisah. Contoh: Aurelia (ubur-ubur) C. Anthozoa (hewan bunga) berbentuk polip, meliputi anemon laut dan karang Gastrovaskular:  - berongga 6 (Metridium marginatum, mawar laut; Fungia patella, Acropora)  - berongga 8 (Euplexaura antipathes, akar bahar; Alcyonium, karang kulit) Peranan Coelenterata: - Hewan ubur-ubur dibuat tepung ubur-ubur yang diolah menjadi bahan kosmetik / kecantikan. - Di Jepang, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan. - Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari aberasi air laut. - Karang merupakan tempat persembunyian dan tempat perkembangbiakan ikan.  Posting terkait lainnya

Porifera (Hewan Berpori)

Klasifikasi Porifera A. Calcarea (kapur) Spikula tersusun atas zat kapur karbonat (CaCO3), hidup di air dangkal dan koanositnya besar. Contoh: Sycon dan Clathrina B. Hexactinellida (ujung enam) Spikula dari zat kersik (silika), hidup di laut dalam. Contoh: Pheronema, Euplectella C. Demospongia (spons tebal) Umumnya tidak berangka karena tersusun dari serabut spongin, memiliki saluran air rumit seperti sponge Contoh: Spongilla, Euspongia molisima, Hypospongia equina Peranan Porifera: - Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi. - Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit  kanker dan penyakit lainnya.  Posting terkait lainnya :     - Porifera   (Hewan berpori)     - Coelenterata (Hewan berongga)     - Platyhelminthes  (Cacing pipih)     - Nemathelminthes  (Cacing gilig)     - Annelida  ( Cacing gelang )     - Mollusca  ( Hewan lunak )     - Arthropoda  ( Hewan kaki berbuku-buku )   

Invertebrata

Invertebrata yaitu kelompok Hewan yang tidak memiliki steruktur tulang belakang pada tubuhnya / Tidak bertulang belakang terdiri dari: 1. Protozoa Hewan bersel satu (akhirnya dikelompokkan dalam ganggang/ alga) 2. Metazoa Hewan bersel banyak, terdiri dari 8 filum dari :     - Porifera   (Hewan berpori)     - Coelenterata (Hewan berongga)     - Platyhelminthes  (Cacing pipih)     - Nemathelminthes  (Cacing gilig)     - Annelida  ( Cacing gelang )     - Mollusca  ( Hewan lunak )     - Arthropoda  ( Hewan kaki berbuku-buku )     - Echinodermata  ( Hewan berkulit duri ) Info:

Klasifikasi Jamur atau Fungi

Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuh Jamur atu Fungi terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur dapat dengan cara vegetatif dan cara generatif. Fungi dalam taksonomi klasik di sekolah-sekolah biasa dikelompokkan sebagai divisio menjadi lima kelas:     Phycomycetes     Ascomycetes     Basidiomycetes     Deuteromycetes     Lichenes Jamur dibagi menjadi 6 divisi yang berbeda, berdasarkan cara berkembang biak dan Hifa, jamur dikelompokkan menjadi:   * Subdivisi Myxomycotyna  * Subdivisi Oomycota    * Subdivisi Zygomycota    * Subdivisi Ascomycota   * Subdivisi Basidiomycota   * Subdivisi Deuteromycota Pembagian diatas telah dianggap usang karena temuan-temuan terbaru membuat fungi diangkat menjadi Kerajaan organisme (Regnum) tersendiri, dengan divisio/filum:

Jamur Divisi Oomycotina

Hifa pada jamur Jamur Divisi Oomycotina bersifat senositik, yaitu tidak bersekat-sekat sehingga inti sel banyak tersebar di dalam protoplasma. Dinding selnya tersusun atas selulosa, hal inilah yang membedakan dengan golongan jamur lainnya. Pertumbuhan hifa jamur terjadi pada bagian ujungnya yang menghasilkan beberapa percabangan. Pada akhir ujung percabangan itu terbentuk gelembung sporangium yang dipisahkan oleh sekat. Hal ini merupakan awal perkembangbiakan jamur secara tidak kawin (aseksual). Jamur Divisi Oomycotina memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a.    Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung         banyak inti. b.    Reproduksi:         - Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup didarat dengan sporangium            dan konidia.        - Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya            tumbuh menjadi individu baru. Dalam sporangium terdapat protoplasm

Jamur Divisi Basidiomycotina

Jamur Basidiomycotina pada umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup misalnya pada daun, tanah, merang padi dan batang pohon mati. Jamur parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia. Ciri- ciri jamur yang termasuk dalam divisi  Basidiomycotina adalah: a.  Ciri khasnya ada pada alat repoduksi generatifnya yaitu berupa basidium sebagai badan       penghasil  spora. b.  Kebanyakan anggota spesies berukuran Makroskopik c.  Hifa septat dengan sambungan capit (clamp connection);       Spora seksualnya terbentuk pada basidium yang berbentuk gada. d.  Berdaging, saproba, tubuh buah seperti payung, tetapi pada beberapa spesies      tangkainya asimetris,  pendek, bahkan tidak bertangkai. f.  Basidiospora terdapat dipermukaan lamela atau bilah yang terbentuk di

Jamur Deuteromycotin

Divisi Jamur Deuteromycota memiliki sekitar 25.000 spesies jamur yang termasukkan dalam golongan divisi ini. Jamur Deuteromycotin merupakan nama lain dari Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna). Fungi Imperfecti dinamakan seperti itu karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif nya. Contoh: Pada Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yaitu berupa askus, Kemudian namanya diganti menjadi Neurospora sitophila  dan termasuk dalam Ascomycotina. Ciri yang lain dari Deuteromycota adalah hifanya bersekat. Golongan Jamur Deuteromycotin banyak menyebabkan terjadinya penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) misalnya:  Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp. dan Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap. Jamur Deuteromycota atau yang sering disebut fungi imperfecti,  Karena belum diketahui reproduksi seksualnya, sehingga reproduks

Jamur Ascomycotina

Ascomycotina dalam kingdom fungi, divisi jamur Ascomycota merupakan divisi terbesar dengan  Jumlah anggota mencapai 60.000 spesies. Divisi ascomycota memiliki ciri yaitu membentuk spora seksual yang disebut akospora. Akospora terbentuk kedalam kaksus, yaitu suatu tubuh buah khusus yang bentuknya menyerupai mangkuk atau  botol. Ciri- ciri jamur yang termasuk ke dalam divisi Ascomycotina adalah: a.  Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiselul b.  Ascomycotina, Multiseluler, Hifa bersekat melintang atau bercabang, dan berinti banyak. c.  Hidupnya: Saprofit,Parasit ada yang bersimbiosis dengan ganggang       membentuk Lichenes (Lumut kerak).  Hidup saprofit, parasit, dan bersimbiosis d.  Reproduksi:        - Reproduksi aseksual melalui kuncup, fragmentasi dan konidiospora.       -  Reproduksi seksual melalui askospora.       - Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler            membentuk   spora dari konidia.       - Generatif: Me

Myxomycotyna (Jamur lendir)

Jamur divisi Myxomycotyna (Jamur lendir) memiliki ciri;   a. Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.   b. Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:                          - fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti  amuba, disebut plasmodium                          - fase tubuh buah  c. Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata.      Myxomycotyna meliputi organisme yang tidak mengandung klorofil, yang filogenetik tergolong ke dalam organisme yang sangat sederhana. Dalam keadaan vegetatif tubuhnya berupa massa protoplasma telanjang yang bergerak sebagai amoeba yang disebut Plasmodium dengan cara-cara hidup sebagai saprofit atau seperti hewan. Plasmodium terjadi karena satu perkawinan (peristiwa seksual), dan kemudian akan membentuk suatu sporangium yang berdinding. Sporangium menghasilkan spora yang tidak memperlihatkan perbedaan jenis kelaminnya. Spora myxomycotina berkecambah dalam air atau diatas suatu su

Jamur Klasifikasi Zygomycotina

JAMUR DIVISI ZYGOMYCOTINA   Ciri- ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah: a.     Tubuh multiseluler. b.     Habitat umumnya di darat sebagai saprofit, Hidup di sisa-sisa makanan, tumbuhan, hewan c.    Hifa tidak bersekat.      d.    Reproduksi: - Vegetatif: dengan spora.  - Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-)   akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.                  - Reproduksi aseksual:                               -fragmentasi, spora                  - Reproduksi seksual:                               -zigospora Habitat umumnya didarat sebagai saprofit. Jamur zygomycota ada yang hidup sebagai parasit pada manusia dan tumbuhan sehingga menyebabkan penyakit. Jenis jamur zygomycota lainnya hidup bersimbiosis saling menguntungkan dengan organisme lain. Misalnya dengan ganggang hijau- biru atau ganggang hijau membentuk lumut kerak (lichen), dan dengan akar tumbuh tinggi sebagai mikoriza.

Jamur atau Fungi

Gambar
Jamur Tiram Jamur atau Fungi merupakan organisme uniseluler maupun multiseluler. Jamur atau Fungi pada umumnya memiliki bentuk seperti benang yang disebut Hifa, Stuktur hifa bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman yang disebut dengan Miselium, dinding sel mengandung Kitin, Eukariotik dan tidak memiliki Klorofil. Jamur atau Fungi hidup secara Heterotrof dengan jalan Saprofit atau menguraikan sampah organik, parasit (merugikan organisme lain), dan simbiosis. Habitat jamur secara umum berada darat dengan kondisi tempat yang lembab.  Untuk Jamur yang merupakan organisme uniseluler yang dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu Vegetatif dan Generatif . Perkembang biakan Jamur atau Fungi secaraVegetatif dapat dilakukan dengan cara membentuk spora, membelah diri, kuncup (budding). Sedangkan perkembang biakan Jamur atau Fungi secara Generatif dengan cara membentuk spora askus.  Untuk Jamur yang merupakan organisme multiseluler bereproduksi secara vegetatif

Katak-Pohon Bergaris ( Polypedates leucomystax )

Gambar
Katak-pohon bergaris Ada sejenis kodok yang biasa hidup di pohon dinamakan Katak Pohon bergaris . Katak pohon atau banyak orang menyebutnya dengan sebutan Kodok. Berikut ini Sebutan Katak Pohon dalam beberapa bahasa daerah sebagai cehay atau cekay (Sd.), perkak (Bms.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris Katak Pohon ini dikenal sebagai Four-lined Tree Frog, Striped Tree Frog,  Common Tree Frog, Banana Frog dan beberapa nama lainnya.  Nama ilmiahnya Katak Pohon adalah Polypedates leucomystax. dalam bahasa jawa Disebut "Gedindang" Klasifikasi ilmiah Katak-pohon Bergaris Kerajaan:     Animalia Filum:     Chordata Kelas:     Amphibia Ordo:     Anura Famili:     Rhacophoridae Genus:     Polypedates Tschudi, 1838 Spesies:     P. leucomystax Nama binomial Polypedates leucomystax (Gravenhorst, 1829). Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Katak-pohon_bergaris Info:

Tumbuhan Talus (Divisi Thallophyta)

Gambar
Pic: http://fernzenmosses.com/?attachment_id=285 Divisi Thallophyta mempunyai ciri tubuh berbentuk Talus , tumbuhan talus merupakan tumbuhan yang struktur tubuhnya masih belum bisa dibedakan antara akar, batang dan daun. Sedangkan untuk tumbuhan Kormus adalah sebutan untuk tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang dan daun.  Tumbuhan talus tersusun oleh satu sel yang berbentuk bulat hingga banyak sel yang kadang-kadang mirip dengan tumbuhan tingkat tinggi.   Talus pada Sargassum ( Pic: wikipedia ) Tumbuhan Talus dapat berkembang biak dengan dua cara, umumnya dengan cara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual) dengan spora sebagai alat perkembangbiakannya. Berkembang biak dengan cara generatif terjadi melalui proses peleburan gamet yang terbentuk didalam organ yang disebut Gametangium . Tumbuhan talus hidup dengan tiga cara yaitu : Autotrof (asimilasi dengan fotosintesis), Heterotrof dan Simbiosis . Tumbuhan Talus   termasuk Divisi Thallophyta

Hewan Mamalia atau Hewan Menyusui

Hewan dalam Kelompok Mamalia di dunia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai. Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan Mamalia theria (berplasenta dan berkantung atau Marsupial).   Mamalia (Hewan menyusui), yaitu Kelompok hewan yang memiliki kelenjar susu pada betina yang berfungsi menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya, adanya rambut. Hewan Mamalia pada umumnya adalah hewan yang endoterm atau berdarah panas dan bereproduksi secara kawin.  Hewan Menyusui atau Mamalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air.  Contoh Hewan Mamalia yang hidup didarat seperti: Sapi, Gajah, Babi, Simpanse, Orangutan, Kambing, Harimau, Singa, Tikus, Kucing, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan lain lain.. Sedangkan Hewan Mamalia yang habitatnya di air seperti: Paus, Lumba-lumba dan Duyun

Klasifikasi Jenis jenis Hewan

Para ilmuwan Biologi telah memetakan hewan hewan yang ada di muka Bumi ini dengan dua golongan besar berdasarkan struktur tulang belakangnya yaitu: 1. Vertebrata (Golongan hewan yang memiliki struktur tulang belakang) 2. Invertebrata (Golongan hewan yang tidak memiliki struktur tulang belakang) Disamping penggolongan hewan berdasarkan tulang belakang juga ada beberapa penggolongan hewan berdasarkan jenis kriteria tertentu contohnya sebagai berikut ini: Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tempat hidupnya  Klasifikasi Hewan Hewan berdasarkan Jenis Makanannya Klasifikasi Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya Klasifikasi Hewan  Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya Klasifikasi Hewan berdasarkan cara bernafasnya Berdasarkan kriteria diatas para ilmuwan mengklasifikasikan jenis jenis hewan yang ada di muka Bumi ini.   Info: