Postingan

Struktur Tubuh Jamur atau Fungi

Gambar
 Struktur Tubuh Jamur Tiram Struktur Tubuh Jamur  tergantung pada jenisnya. Ada Jamur yang satu sel, misalnya khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contoh Jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan- jalinan semu menjadi tubuh buah. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur

Echinodermata ( Hewan berkulit duri )

Echinodermata (Hewan berkulit duri) memiliki ukuran tubuh dan bentuk tubuh terdiri dari bagian ORAL (yang memiliki mulut) dan ABORAL (tidak memiliki mulut). Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Permukaan tubuhnya berduri panjang. Pergerakkan oleh duri dan kaki ambulakralnya. Cara hidup hewan berkulit duri atau Echinodermata. Hewan berkulit duri atau Echinodermata sumber makannya bergantung pada jenisnya. Jenis makanannya misalnya kerang, plankton dan organisme yang mati atau membusuk. Alat pencernaannya “tembolok” kompleks yang disebut LENTERA ARISTOTELES, berfungsi menggiling makanannya yang berupa ganggang. Habita Echinodermata berada bebas di dasar laut, dari daerah pantai sampai laut dalam KLASIFIKASI: Ophiuroidea berbentuk bintang seperti Asteroidea, namun lengannya lebih langsung dan fleksibel Lengan-lengannya panjang dan langsing, berfungsi untuk pergerakan. Holothuroidea (timun laut atau tripang) tidak berlengan. Tubuhnya memanjang dan tid

ARTHROPODA ( hewan kaki berbuku-buku )

ARTHROPODA ( hewan kaki berbuku-buku ) Klasifikasi Arthropoda 1. Crustacea (golongan udang dan kepiting) 2. Arachnida (golongan laba-laba) 3. Myriapoda (golongan lipan) 4. Insecta (serangga) 1. Crustacea Umumnya hidup di air, bernafas dengan insang (atau difusi melalui seluruh prmukaan  tubuh), dan termasuk omnivora (pemakan segala). Kulit merupakan rangka luar (eksokeleton). Kepala: sepasang mata faset bertangkai, 2 pasang antena, 3 pasang rahang  Dada: sepasang kaki pertama besar seperti catut, 4 pasang kaki untuk berjalan. Perut: beberapa pasang kaki untuk berenang, pada ekor terdapat uropod atau telsom  untuk alat kemudi saat berenang. Peranan Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting. Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda. Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain: Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopo

Mollusca (Hewan Lunak)

Mollusca merupakan kelompok hewan yang memiliki tubuh lunak. Ada beberapa golongan didalam kelompok mollusca ini seperti: 1 . Pelecypoda 2. Chepalopoda  3. Gastropoda  Berikut ini uraian dari masing masing jenis: Hewan Mollusca Pelecypoda: - Mempunyai insang berlapis-lapis (Lamellibranchiata) dan bercangkok sepasang (bivalvia) - Tubuhnya simetris bilateral - Pencernaan:esofagus, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan - Peredaran darah merupakan peredaran darah terbuka - Cangkok terdiri dari : periostrakum (terluar), prismatik (tengah), nakreas (dalam - Sistem saraf terdiri dari 3 ganglion : celebral/anterior, pedal, posterior Contoh: Asaphis detlorata (remis), Meleagrina marganitivera ( kerang mutiara) Hewan Mollusca Chepalopoda  - Kaki terdapat dikepala, tidak bercangkok (kecuali nautilus) - Bergerak lambat dengan tentakel, sirip, dan cepat dengan cara menyemprotkan air - Warna kulit berubah sesuail lingkungan (karena zat kromator pada k

Annelida (Cacing gelang)

Annelida (Cacing gelang) Klasifikasi Annelida: 1. Polichaeta (Cacing berambut banyak) Cacing palolo (Eunice sp) dan cacing wawo (Lysidice oele) 2. Oligochaeta (Cacing berambut sedikit) Cacing tanah (Lumbriscus terestris) 3. Hirudinea (Cacing tidak berambut) Lintah (Hirudo medicinalis) More: Nemathelminthes (Cacing gilig)  Platyhelminthes (Cacing pipih)  Annelida (Cacing gelang)  Posting terkait lainnya :     - Porifera   (Hewan berpori)     - Coelenterata (Hewan berongga)     - Platyhelminthes  (Cacing pipih)     - Nemathelminthes  (Cacing gilig)     - Annelida  ( Cacing gelang )     - Mollusca  ( Hewan lunak )     - Arthropoda  ( Hewan kaki berbuku-buku )     - Echinodermata  ( Hewan berkulit duri ) Info:

Nemathelminthes (Cacing gilig)

Nemathelminthes (Cacing gilig) Contoh Nemathelminthes - Ascaris lumbricroides, cacing perut pada manusia - Ascaris megalocephala , cacing perut pada kuda - Ascaris suilae, cacing perut pada babi - Ancylostoma duodenale , cacing tambang - Necator americanus , cacing tambang di Amerika tropis - Oxyuris/Enterobius vermicularis , cacing kremi - Trichinella spirallis, cacing otot pada manusia - Trichuris, cacing cambuk - Wuchereria/Filaria bancrofti , penyebab kaki gajah - Strongyloides sp , infeksi melalui luka - Loa sp, cacing mata - Onchocerca sp , cacing pembuta - Heterodera radicicota , cacing akar.  Posting terkait lainnya :     - Porifera   (Hewan berpori)     - Coelenterata (Hewan berongga)     - Platyhelminthes  (Cacing pipih)     - Nemathelminthes  (Cacing gilig)     - Annelida  ( Cacing gelang )     - Mollusca  ( Hewan lunak )     - Arthropoda  ( Hewan kaki berbuku-buku )     - Echinodermata  ( Hewan berkulit duri ) More: Nemathelminthes (Cacing gilig)  Platyhelminthes

Platyhelminthes (Cacing pipih)

Platyhelminthes (Cacing pipih) Kelas Platyhelminthes: 1. Tubellaria (Cacing Bulu Getar) 2. Trematoda (Cacing Hisap) 3. Cestoda (Cacing Pita) Tubellaria (Cacing Bulu Getar) Contohnya adalah Planaria, dimana: Ciri : 1 - 60 cm, hidup di air tawar jernih, mempunyai faring yang dapat dijulurkan untuk menangkap makanan. Sistem saraf: sistem tangga tali Sistem ekskresi : flame cell (sel api) Sistem reproduksi : aseksual dengan cara fragmentasi. Bila terpotong, setiap potongan tubuh menjadi planaria baru. seksual, yaitu pembuahan silang. Sistem gerak: dengan silia, atau otot di bawah epidermis. Trematoda (Cacing Hisap) Merupakan parasit. Memiliki penghisap (sucker). Contoh speciesnya: dalam darah: Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. dalam hati: Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia) dalam usus: Fasciola buski dalam paru-paru: Paragonimus westermani Cestoda (Cacing Pita) Sebagai parasit pada verteb